BANYUWANGI (29/9) - Kalau dulu Alas Purwo terkenal dengan cerita mistis dan hutan angkernya, sekarang image itu perlahan berubah. Taman Nasional Alas Purwo kini jadi arena olahraga paling menantang dan instagramable di Jawa Timur.
Transformasi ini terlihat dari event tahunan Alas Purwo Jungle Run (APJR). Hampir 1.000 pelari dari berbagai kota di Indonesia ikut berlari menembus hutan tertua di Pulau Jawa, Minggu (25/8) lalu.
Start dan finish di Pantai Triangulasi yang eksotis, para peserta diajak lari sejauh 6 km dan 12 km menyusuri hutan lebat, savana Sadengan tempat banteng berkumpul, hingga bibir pantai dengan oksigen melimpah.
"Melalui jungle run ini peserta tidak hanya beraktivitas berlari yang rendah emisi dan ramah lingkungan, namun juga mendapatkan pengalaman berlari di tengah hutan yang tentu saja oksigennya melimpah. Ini pengalaman yang luar biasa," kata Wamen LHK Alue Dohong.
Tak hanya lari, Alas Purwo juga jadi jalur untuk Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) balap sepeda internasional. Pembalap dunia melintasi cagar biosfer dunia yang sudah masuk jaringan UNESCO Global Geopark.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, "Tour de Ijen kami desain memadukan antara olahraga, alam, dan budaya. Di kawasan cagar biosfer ini, pembalap akan menyusuri hutan Alas Purwo yang masih asri."
Alas Purwo juga punya Pantai Plengkung atau G-Land yang ombaknya setinggi 6 meter, jadi surga buat olahraga surfing kelas dunia.
Dari yang dulu ditakuti, kini Alas Purwo jadi destinasi healing forest - olahraga sambil healing, lari sambil lihat merak dan banteng. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar