Semarang(27/9/26) - Dalam beberapa pekan terakhir, Kota Semarang semarak dengan berbagai agenda kebudayaan. Mulai dari MTQ Nasional XXXI, Festival Rebana Nasional, Nostalgia Dugderan, Wayang on the Street di Kota Lama, hingga Mooncake Festival di kawasan Pecinan.
Meski hadir dalam bentuk dan latar budaya yang berbeda, seluruh kegiatan tersebut memiliki benang merah dalam gagasan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, yakni menjadikan budaya sebagai ruang pertemuan warga, bukan sekadar tontonan.
Gagasan itu dinilai relevan dengan karakter Semarang sebagai kota yang tumbuh dari keberagaman, dengan identitas budaya Jawa, Arab, Tionghoa, serta masyarakat dari berbagai latar agama dan budaya yang hidup berdampingan.
Semangat tersebut kembali terlihat saat Agustina membuka Mooncake Festival 2026 di Klenteng Tay Kak Sie. Ia menyoroti penampilan Tari Kipas Batik Semarang yang dibawakan penari berhijab sebagai gambaran bahwa keberagaman dapat hadir secara alami dalam kehidupan masyarakat kota.
Menurutnya, Semarang tidak hanya memiliki kekayaan sejarah dan tradisi, tetapi juga terus berkembang melalui perjumpaan berbagai budaya di masa kini.
(Veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar