SURABAYA (26/9) - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat peran lembaga inkubator sebagai ujung tombak untuk mencetak wirausaha berkualitas dan berdaya saing.
Hal itu ditegaskan Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Jawa Timur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Rabu (23/9/2026).
Maman mengatakan, pemerintah menargetkan lahirnya 10 juta wirausaha baru hingga 2029 untuk meningkatkan rasio kewirausahaan nasional. Salah satu instrumen utamanya adalah penguatan inkubator, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun di luar kampus.
"Kenapa harus inkubator? Karena kita membutuhkan perpanjangan tangan agar pembinaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah lebih terstruktur, sistematis, terintegrasi, serta berkelanjutan," ujar Maman.
Menurutnya, banyak produk UMKM dan inovasi kampus yang kualitasnya bagus, tapi mentok di prototipe karena tidak ada pendampingan lanjutan, riset, dan perencanaan komersialisasi. Padahal kampus seperti ITS adalah gudangnya inovasi.
"Kita ingin inovasi yang dihasilkan kampus ke depan bisa dikomersialkan, masuk ke industrialisasi, dan dimanfaatkan masyarakat," katanya.
Melalui inkubator, calon wirausaha akan dapat pendampingan menyeluruh mulai dari pengembangan ide bisnis, pemanfaatan teknologi, akses pembiayaan, sertifikasi, hingga akses pasar.
Kementerian UMKM juga akan mengintegrasikan layanan inkubasi ke dalam platform SAPA UMKM agar bisa diakses lebih merata di seluruh daerah, serta membentuk komite monitoring khusus untuk memastikan pembinaan berjalan terukur. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar