PAPUA PEGUNUNGAN (24/9) - TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali menunjukkan taringnya dalam operasi penegakan kedaulatan di Papua. Dua pesawat tempur ringan EMB-314 Super Tucano dikerahkan untuk menggempur markas inti Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) / OPM yang bersembunyi di wilayah Tinggi Nambut, Papua Pegunungan.
Operasi udara presisi ini dilancarkan setelah tim intelijen udara dan darat berhasil mengendus lokasi markas komando yang selama ini tersembunyi di balik hutan lebat dan lembah curam yang sulit dijangkau pasukan darat.
Dalam video yang beredar, terlihat dua Super Tucano meraung rendah di atas pegunungan Kiwirok, kemudian menghujani markas KKB dengan tembakan presisi dan dentuman bom yang menimbulkan asap tebal membubung dari beberapa titik.
Senjata Andalan Counter-Insurgency
Pesawat yang dikerahkan adalah Super Tucano dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, yang dikenal sebagai tulang punggung misi counter-insurgency TNI AU.
Pesawat buatan Brasil ini dilengkapi persenjataan mematikan untuk serangan jarak dekat:
- Senapan mesin berat FN Herstal M3P kaliber 12,7 mm
Rocket Pod LAU-68A/G dan bom MK-82 yang mampu menghancurkan bunker dan gudang logistik
Keunggulan Super Tucano adalah mampu bermanuver di ketinggian rendah dengan akurasi tinggi, sangat cocok untuk medan pegunungan Papua yang ekstrem.
Markas Komando Luluh Lantak
Sumber di lapangan menyebut, serangan udara ini berhasil menghancurkan total pusat komando, gudang logistik senjata, dan jalur komunikasi KKB dalam hitungan menit. Setelah pemboman udara, pasukan darat gabungan TNI-Polri dari Satgas Damai Cartenz langsung menyisir lokasi untuk memastikan tidak ada sisa ancaman.
Dalam penyisiran tersebut, aparat berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata api, amunisi, peralatan lapangan, hingga dokumen operasi kelompok tersebut.
Operasi ini menegaskan komitmen negara bahwa tidak ada tempat aman bagi kelompok bersenjata yang mengancam stabilitas dan keselamatan warga sipil di Bumi Cenderawasih.
TNI AU menyatakan operasi akan terus berlanjut untuk menjaga kedaulatan NKRI di wilayah timur Indonesia. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar