Jakarta, Radar Garuda, (24/09). Pemerintah menyiapkan sekitar 139.000 formasi guru dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang direncanakan dibuka tahun depan.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nunuk Suryani mengatakan pembukaan formasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di berbagai daerah.
Menurut Nunuk, kebutuhan guru secara nasional mencapai sekitar 464.856 orang. Pemenuhannya akan dilakukan secara bertahap selama tiga tahun dengan komposisi 30 persen, 30 persen, dan 40 persen.
"Intinya itu ada 464.000 yang akan dibuka secara bertahap selama tiga tahun," ujar Nunuk di Jakarta, Rabu.
Seleksi CPNS guru tersebut dapat diikuti masyarakat umum yang memenuhi persyaratan menjadi PNS. Peserta tidak diwajibkan memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Kesempatan tersebut terbuka bagi guru honorer yang memenuhi ketentuan, lulusan baru S1/D-IV, maupun peserta yang telah menyelesaikan program PPG. Namun, lulusan PPG akan mendapatkan prioritas dalam proses seleksi.
Nunuk menambahkan, kuota sekitar 139.000 formasi tersebut juga mencakup kebutuhan tenaga guru untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan guru non-ASN juga akan memperoleh kesempatan mengikuti seleksi untuk menjadi PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Guru non-ASN yang belum berhasil lolos seleksi PNS atau PPPK tetap dapat menjalankan tugas sebagai guru non-ASN. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme penggajian melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperluas kesempatan bagi guru non-ASN sekaligus meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan tenaga pendidik.(arfi)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar