SOLOK, SUMBAR (23/9) - Banjir bandang atau yang dikenal warga setempat sebagai galodo, menerjang Kompleks Perkantoran Bupati Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB.Bencana terjadi setelah hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah tersebut. Air bah yang membawa material lumpur tebal, batu, dan batang kayu meluap dari perbukitan dan langsung menghantam pusat perkantoran dan Jalan Nasional Padang - Solok.
Korban Jiwa dan Pengungsi
BPBD Kabupaten Solok mencatat satu orang meninggal dunia, dua orang dilaporkan hilang terseret arus, dan empat orang mengalami luka-luka. Tiga korban luka dirawat di RSUD Arosuka dan satu lainnya dirujuk ke Rumah Sakit di Padang.Sebanyak sembilan kepala keluarga atau sekitar 32 jiwa terpaksa mengungsi ke posko yang disiapkan di Mapolres Solok dan beberapa lokasi aman lainnya."Data sementara ada empat orang luka-luka. Tim gabungan masih melakukan pencarian dua orang yang hilang," ujar Kepala Pelaksana BPBD Solok, Khairul, Selasa (22/9).
"Data sementara ada empat orang luka-luka. Tim gabungan masih melakukan pencarian dua orang yang hilang," ujar Kepala Pelaksana BPBD Solok, Khairul, Selasa (22/9).
Kantor Pemerintah Lumpuh dan Akses Jalan Putus
Dampak terparah terjadi pada infrastruktur pemerintahan. Sebanyak 11 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilaporkan rusak berat akibat diterjang lumpur setebal 30 hingga 70 sentimeter.Kantor yang terdampak antara lain Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, Bapelitbang, dan Gedung DPRD Kabupaten Solok.Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan peralatan kantor banyak yang hanyut terbawa arus. Selain itu, 21 unit mobil dan 7 unit motor dinas juga rusak tertimbun material.Banjir juga menutup total Jalan Nasional Batas Kota Solok - Lubuk Selasih (Km 36+600) sepanjang 150 meter dengan ketebalan lumpur 50 cm. Jalur utama Padang - Solok sempat putus total dan tidak bisa dilalui sejak Senin malam.
Penanganan Darurat
Pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana.Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat mengerahkan alat berat berupa backhoe loader, wheel loader, excavator, dan dump truck untuk membersihkan material. Polri, TNI Korem 032/Wirabraja, dan BPBD diterjunkan untuk pencarian korban dan pembersihan.BMKG menjelaskan peringatan dini cuaca ekstrem telah dikeluarkan sejak 7 hari sebelumnya melalui sistem prakiraan 7 harian, 3 harian, dan nowcasting per jam, namun curah hujan yang mencapai 94 mm/hari memicu banjir bandang tersebut. (BLL)
Daerah
Banjir Bandang / Galodo Terjang Kabupaten Solok, Sumbar Satu Tewas Dua Hilang dan 11 Kantor Rusak
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar