LAMPUNG SELATAN (23/9) - Fenomena geologi langka terjadi di Selat Sunda. Sebuah daratan baru dengan luas mencapai 30,3 hektare dilaporkan muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan.
Daratan tersebut terletak di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, dan pertama kali terekam dalam video dokumentasi channel YouTube Yodistara yang kemudian viral pada Selasa (23/9/2026).
Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno, membenarkan temuan tersebut.
"Oh iya, memang benar. Hasil dari letusan kemarin itu. Kurang lebih 30,3 hektare," kata Suwarno, Rabu (23/9/2026).
Bukan Muncul Mendadak
Menurut Suwarno, daratan ini bukan muncul secara tiba-tiba. Material pembentuknya adalah tumpukan lava, abu, dan material vulkanik lain yang dimuntahkan Gunung Anak Krakatau selama periode aktivitas tinggi.
Material tersebut mulai terakumulasi sejak status Gunung Anak Krakatau naik menjadi Level III Siaga pada 2 Juli 2026. Letusan-letusan yang terjadi terus menerus melontarkan material yang kemudian mengendap dan membentuk daratan baru di perairan dangkal sekitarnya.
"Ya, enggak jauh, di sekitar itu aja. Hasil dari lontaran lava hasil erupsi kemarin itu di situ," jelasnya.
Calon Cucu Krakatau?
Kemunculan daratan ini mengingatkan kembali pada sejarah kelahiran Anak Krakatau sendiri. Seperti diketahui, Anak Krakatau lahir pada 1927-1929 dari dasar kaldera yang hancur akibat letusan dahsyat Krakatau 1883.
Warganet pun ramai menyebut daratan baru ini sebagai calon "Cucu Krakatau". Namun para ahli menjelaskan, secara vulkanologi daratan ini masih merupakan bagian dari sistem akumulasi material Anak Krakatau, bukan gunung api baru yang terpisah.
PVMBG saat ini masih terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Status Siaga masih berlaku dan masyarakat, nelayan, serta wisatawan dilarang mendekat dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar