MOSKOW (21/9) - Perang Rusia-Ukraina pecah rekor eskalasi baru. Ibukota Moskow diserang 1.600 drone kamikaze Ukraina dalam 24 jam, Minggu (20/9/2026) - menjadi serangan drone terbesar ke Moskow sejak invasi 2022.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengkonfirmasi pertahanan udara mencegat 1.600 drone, 450 di antaranya mengarah langsung ke jantung ibukota.
"Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilu," tegas Sobyanin.
Serangan terjadi bertepatan dengan hari terakhir pemungutan suara Pemilu Parlemen Rusia, yang akhirnya dimenangkan Partai United Russia 49,4% suara.
Korban & Kerusakan:
3 warga sipil tewas di wilayah Moskow.
. Puing drone menghantam apartemen 21 lantai, memicu kebakaran hebat dan evakuasi 400 penghuni.
. Kilang Minyak Moskow milik Gazprom Neft kilang utama pasok 40% BBM Moskow - terbakar di fasilitas pendukungnya.
. Bandara Domodedovo & Zhukovsky lumpuh sementara.
Presiden Volodymyr Zelensky di Kyiv menyebut operasi itu sukses besar menghantam infrastruktur miliaran dolar Rusia. Ia mengklaim Ukraina memakai rudal jelajah baru Flamingo dan Pelican.
Rusia tak tinggal diam. Hanya beberapa jam kemudian, Moskow meluncurkan serangan balasan ke Kyiv - menewaskan 4 warga sipil termasuk 3 anak-anak dan merusak 31 titik.Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim menembak jatuh 1.110 drone Ukraina dalam semalam di 19 wilayah, rekor tertinggi tahun ini. (BLL)
Nasional
Drone Ukraina Serang Moskow 1.600 Unit, 3 Tewas dan Kilang Minyak Terbakar di Hari Pemilu Rusia
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar