Nasional

Pemprov DKI Mulai Petakan Bangunan yang Berpotensi Terdampak MRT Thamrin-Kwitang

  • Arfi
  • Senin, 21 September 2026
  • menit membaca
  • 19x baca
Pemprov DKI Mulai Petakan Bangunan yang Berpotensi Terdampak MRT Thamrin-Kwitang

 

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyiapkan tahapan awal pembangunan MRT Koridor Thamrin-Kwitang dengan melakukan pendataan terhadap lokasi dan bangunan yang berpotensi terkena dampak proyek.

Pendataan dilakukan oleh Tim Persiapan Pengadaan Tanah untuk pembangunan MRT Tahap 1 Segmen 1 Koridor Thamrin-Kwitang. Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pendataan berada di kawasan Jalan Kramat Kwitang dan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Ketua Subkelompok Penanganan Pengaduan Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Biro Pemerintahan Setda DKI Jakarta, Ebron Leonard Sirait, mengatakan pendataan tersebut merupakan bagian dari persiapan sebelum proses pengadaan tanah dilakukan.

Petugas mendatangi lokasi yang diperkirakan terdampak untuk mengumpulkan informasi mengenai pihak dan bangunan yang berada di area rencana pembangunan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proyek.

Sosialisasi Dilakukan Sebelum Pendataan

Sebelum melakukan pendataan, pemerintah terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada pihak-pihak yang berada di kawasan rencana pembangunan.

Sosialisasi tersebut dilakukan untuk menyampaikan informasi mengenai rencana pembangunan MRT sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pemilik bangunan mengenai tahapan persiapan proyek.

Adapun MRT Tahap 1 Segmen 1 Koridor Thamrin-Kwitang diperkirakan memiliki panjang sekitar 1,76 kilometer. Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan tahapan proyek yang telah disiapkan.

Bagian dari Pengembangan Lintas Timur-Barat

Pembangunan koridor Thamrin-Kwitang merupakan bagian dari pengembangan MRT Lintas Timur-Barat. PT MRT Jakarta (Perseroda) saat ini tengah menjalankan proses lelang untuk sejumlah paket pekerjaan konstruksi proyek tersebut.

Lintas Timur-Barat nantinya menghubungkan kawasan Medan Satria di Bekasi hingga Tomang, Jakarta Barat. Rangkaian proyek juga mencakup pembangunan jalur bawah tanah yang melewati kawasan Bank Indonesia, Thamrin-Kebon Sirih, hingga Kwitang-Senen.

Selain jalur tersebut, pembangunan proyek Lintas Timur-Barat mencakup fasilitas depo yang direncanakan berada di wilayah Jakarta Timur.

MRT Lintas Timur-Barat ditargetkan mulai beroperasi pada 2031. Setelah beroperasi, layanan tersebut diproyeksikan mampu melayani sekitar 284.000 penumpang setiap hari.

Perpanjangan MRT Utara-Selatan

Di sisi lain, pembangunan jaringan MRT juga terus berlangsung pada koridor Utara-Selatan. Perpanjangan jalur menuju Jakarta Kota saat ini dilaporkan telah mencapai sekitar 63 persen.

Perpanjangan tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada 2029.

Dengan pembangunan sejumlah koridor tersebut, jaringan MRT Jakarta terus dikembangkan untuk memperluas cakupan layanan transportasi publik sekaligus menghubungkan lebih banyak kawasan di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar