Wisata

Akhir 2026 Awal 2027 Salju Abadi Papua Punah Total - Dari 19 Km² Jadi 0 Km²

  • Bella
  • Minggu, 20 September 2026
  • menit membaca
  • 28x baca
Akhir 2026 Awal 2027 Salju Abadi Papua Punah Total - Dari 19 Km² Jadi 0 Km²

JAKARTA (20/9) - Satu-satunya salju abadi di wilayah tropis Indonesia, yang berada di Puncak Jaya / Carstensz Pyramid (4.884 mdpl), Pegunungan Jayawijaya, Papua Tengah, kini benar-benar menuju kepunahan.Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam update resmi 3 Juli 2026 memproyeksikan: es abadi Puncak Jaya akan hilang total pada akhir 2026 atau awal 2027. Artinya, hitungan bulan dari sekarang.
1. 1850 (era Revolusi Industri): Luas es 19,3 km²
2. 1988: 4,3 km²
3. 2022: 0,23 km²

4. September 2025: hanya 0,09 km² atau sisa 2%
5. Juli 2025 (WMO): sisa 0,1 km²
,
Hampir tidak ada es yang tersisa" kata penjelajah Denmark Klaus Thymann
Bukan cuma luas, ketebalan juga ambruk:
1. 2010: 32 meter (saat tiang pancang pertama ditanam)
2. 2023: tinggal 4 meter
3. 2024-2025: di titik pengukuran sudah mencair sepenuhnya
Laju penipisan mencapai 2,5 meter per tahun sejak 2016-2022, dipercepat oleh pemanasan global dan fenomena El Nino.Dampaknya bukan cuma pariwisata. Bagi Suku Moni dan Amungme di sekitar, Puncak Jaya bernama Gunung Somatua (terang sepanjang siang dan malam) adalah gunung sakral, sumber spiritualitas. "Salju ini bisa kami rasakan di kampung. Dinginnya saya bisa merasakan sampai hari ini," kenang Maximus Tipagau (39), masyarakat adat Moni.Puncak Jaya yang dulu sempat dianggap bualan orang Eropa - mana mungkin ada salju di garis khatulistiwa - kini benar-benar akan jadi cerita yang hanya bisa kita ceritakan ke anak cucu. (BLL)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar