BEKASI (20/9) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membongkar fakta mencengangkan soal pengangguran di Kabupaten Bekasi saat Job Fair di kawasan MM2100, Cikarang Barat, Jumat (18/9/2026).Data BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bekasi mencapai 8,78% atau 145.620 orang - tertinggi se-Jawa Barat. Padahal Bekasi adalah pusat industri terbesar se-Asia Tenggara.Penyebab utamanya: rekrutmen tertutup.Dari 9.100 perusahaan menengah dan besar yang ada di Kabupaten Bekasi, hanya 15 perusahaan yang terbuka menginformasikan lowongan kerja."Dari 9.100 perusahaan, yang terbuka cuma 15," tegas Dedi.Akibatnya, akses warga lokal untuk dapat info loker nyaris tertutup. Justru muncul mafia calo tenaga kerja.KDM menyebut banyak calon pekerja dipalak Rp 5 juta sampai Rp 15 juta untuk bisa masuk kerja. Bahkan keluarga sampai harus ngutang ke rentenir.Ironisnya, setelah bayar mahal, statusnya cuma karyawan kontrak 1 tahun. Setelah kontrak habis, utang belum lunas, kerja sudah hilang."Yang percaloan ini sudah sangat luar biasa. Jahatnya, orang yang menguasai calo di lingkungan itu tidak memprioritaskan warga sekitar karena tidak punya duit. Dia pilih yang dari luar karena punya duit," bongkar KDM.SOLUSI KDM:
1. Live Bursa Kerja via TikTok setiap Rabu jam 09.30 WIB di akun @dedimulyadiofficial. Bekasi jadi lokasi perdana - kemarin dibuka 299 lowongan dari 15 perusahaan (HRD, finance, warehouse manager, sopir).
2. Minta perusahaan wajib lapor kebutuhan tenaga kerja ke Pemda, Camat, Kades - dan utamakan KTP Kabupaten Bekasi.
3. Berantas calo dan dorong sistem pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri (Prakerja diarahkan sebelum jadi penganggur, bukan sesudah)."Kalau rekrutmen terbuka, kita bisa mengurangi pengangguran dan memberantas calo-calo," pungkas Dedi.
(BLL)
Ekonomi & Bisnis
KDM Bongkar Borok Rekrutmen di Bekasi: Dari 9.100 Perusahaan, Hanya 15 yang Transparan
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar