Nasional

Tangis Pecah di Selat Sunda - Istri & Anak Yudhistiro Pranoto (Inews Tv) Tabur Bunga di Titik Hilangnya Speedboat Arupadatu 1

  • Bella
  • Minggu, 20 September 2026
  • menit membaca
  • 30x baca
Tangis Pecah di Selat Sunda - Istri & Anak Yudhistiro Pranoto (Inews Tv) Tabur Bunga di Titik Hilangnya Speedboat Arupadatu 1

CILEGON (20/9) - Suasana haru menyelimuti perairan Selat Sunda, Jumat (18/9/2026). Keluarga jurnalis foto iNews, Yudhistiro Pranoto, yang hilang kontak bersama 7 orang lainnya saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, melakukan prosesi tabur bunga di titik koordinat terakhir hilangnya kontak speedboat KM Arupadatu 1.Dengan menggunakan kapal negara KN SAR Tetuka yang bertolak dari Pelabuhan Pelindo 3 Ciwandan, Cilegon, istri Yudhistiro, Rodiah Nasution (Diah) dan putranya Kenzie Hafizan Pranoto ikut berlayar bersama rekan-rekan media.Setibanya di titik dugaan hilang kontak - di antara Jawa dan Sumatera -Diah dan Kenzie menaburkan kelopak mawar merah ke laut lepas. Isak tangis tak terbendung di atas geladak."Tabur bunga ini bukan sekadar seremoni, melainkan ungkapan cinta, doa, dan harapan agar Yudhistiro bersama seluruh penumpang dapat segera ditemukan," tulis tim pendamping.Prosesi ini dilakukan sehari setelah Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian setelah 10 hari penyisiran (7-17 September 2026) tanpa hasil. Rombongan yang hilang sejak Senin 7 September itu terdiri dari:5 Jurnalis: M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), Donal Husni (jurnalis lepas)
3 Awak Kapal: Warta/Surahman (kapten), Sukarman (ABK), Heriyanto (guide)Di rumah duka di Perumahan Nuansa Asri, Cinangka, Sawangan, Depok, warga menggelar takziah dan doa bersama malam harinya. Diah dengan tegar mengucapkan terima kasih kepada Basarnas, TNI AL, dan relawan.Keluarga korban kini menyatakan akan melanjutkan pencarian mandiri bersama nelayan lokal."Kalau begini, mau gimana lagi, harus ikhlas kami juga," kata Yayat Suryadi, anak ABK Sukarman.Laut boleh menyimpan jawabannya, tapi nama mereka tak boleh hilang bersama gelombang. (BLL)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar