Jakarta(18/9/26)-Setelah cukup lama tak merilis album penuh, unit indie asal Bandung, ZZUF,akhirnya kembali.
Band yang digawangi Pandu, sosok yang wara-wiri di skena independen Bandung, menandai comeback lewat album kedua bertajuk ZZUF.Sebuah album berisi 15 trek yang dirancang sebagai diary perjalanan, eksperimen, dan pendewasaan musikal mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Ini bukan sekadar album lanjutan. Ini adalah rilisan paling ambisius ZZUF sejauh ini.Untuk pertama kalinya, ZZUF berani mengeksplorasi lirik berbahasa Indonesia secara lebih dalam. Mereka juga menyuntikkan brass section yang megah hingga berbagai pendekatan baru yang belum pernah mereka sentuh sebelumnya.
Tak berhenti di situ, album ZZUF ini juga diperkaya kolaborator lintas batas.
Ada Delpi Suhariyanto (Dongker / softtrauma) yang ikut menulis lirik dan mengisi vokal di lagu “I Smile".Ada musisi asal Jepang,Deathro,yang hadir di trek “Sagamihara",lagu yang terinspirasi langsung dari kota kelahirannya. Serta After Hours yang menyeimbangkan warna lewat vokal perempuan yang manis di “Signing Out".
Secara visual, mereka juga tak main-main. Artwork bergaya anime 90-an digarap ilustrator Thalia,membuat album ini terasa seperti perkenalan ulang ZZUF kepada pendengarnya: lebih berani, lebih berwarna, dan lebih jujur.
(Veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar