JAKARTA, Empat candi bersejarah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta didorong memiliki peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai ruang ibadah, pembelajaran budaya, hingga penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Dorongan tersebut mengemuka setelah Kementerian Pariwisata bersama sejumlah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memperbarui nota kesepahaman mengenai pemanfaatan Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon, Kamis (17/9/2026).
Melalui kerja sama tersebut, Candi Prambanan diarahkan sebagai salah satu ruang peribadatan umat Hindu. Sementara Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon diperuntukkan bagi kegiatan peribadatan umat Buddha.
Pemerintah juga membuka ruang pengembangan keempat kawasan tersebut sebagai pusat Tirtha Yatra Hindu dan Dharmayatra Buddha, wisata religi dan budaya, serta pusat riset di bidang agama, sejarah, seni, dan budaya.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pembaruan kerja sama dilakukan untuk menyesuaikan tata kelola pemerintahan sekaligus memperluas ruang lingkup kolaborasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan kawasan candi.
Selain aspek keagamaan dan pariwisata, kerja sama tersebut mencakup pemberdayaan komunitas lokal, promosi wisata, fasilitasi pemanfaatan kawasan, serta pelestarian candi sebagai cagar budaya dan warisan bangsa.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menilai kawasan candi dapat menjadi ruang pertemuan antara agama, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Data Kementerian Agama yang disampaikan dalam kesempatan tersebut menunjukkan partisipasi kegiatan keagamaan Buddha di kawasan Borobudur, Mendut, dan Pawon mencapai 33.556 peserta pada 2025, meningkat dari 24.894 peserta pada 2024. Sebagian peserta berasal dari luar negeri.
Pemerintah berharap pengembangan fungsi kawasan tetap menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian. Dengan demikian, aktivitas keagamaan dan kunjungan wisata dapat berjalan berdampingan tanpa mengabaikan nilai sejarah serta fungsi utama candi sebagai warisan budaya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan, nilai budaya, serta manfaat bagi masyarakat di sekitar destinasi. (andif)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar