Kesehatan

Bayi Terlihat Sehat Belum Tentu Bebas Kelainan Jantung, Kenali Tandanya

  • Arfi
  • Kamis, 17 September 2026
  • menit membaca
  • 39x baca
Bayi Terlihat Sehat Belum Tentu Bebas Kelainan Jantung, Kenali Tandanya

JAKARTA, (17/09). Kelainan jantung bawaan dapat terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini tidak selalu langsung terlihat setelah bayi lahir karena sebagian bayi dapat tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala khusus.
Diperkirakan sekitar 50.000 bayi di Indonesia lahir dengan kelainan jantung bawaan setiap tahunnya. Namun, tidak semua kasus dapat segera diketahui sehingga pemeriksaan dan perhatian orangtua terhadap perkembangan bayi menjadi penting.
Kelainan jantung bawaan merupakan kondisi ketika terdapat gangguan pada struktur atau bentuk jantung yang sudah terbentuk sejak masa kehamilan. Jenisnya beragam, antara lain adanya lubang pada sekat jantung, gangguan pada katup, maupun kelainan pada pembuluh darah besar.
Gejala yang muncul juga berbeda-beda. Pada kondisi tertentu, bayi dapat mengalami tanda yang cukup jelas sejak lahir, seperti tubuh atau bagian dalam mulut tampak kebiruan dan kesulitan bernapas.
Namun, ada pula bayi yang tidak menunjukkan keluhan pada awal kehidupannya. Gejala baru dapat terlihat ketika kebutuhan tubuh terhadap oksigen dan aliran darah meningkat seiring pertumbuhan.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan orangtua antara lain bayi mudah lelah ketika menyusu, sering berhenti saat menyusu, bernapas lebih cepat, sulit mengalami kenaikan berat badan, atau terlihat kurang aktif dibandingkan bayi seusianya.
Tanda-tanda tersebut memang tidak selalu berarti bayi mengalami kelainan jantung. Kondisi lain juga dapat menyebabkan gejala serupa. Karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Bayi dengan Apgar baik tetap perlu diperhatikan
Kondisi bayi yang tampak sehat saat lahir juga tidak otomatis menyingkirkan kemungkinan adanya kelainan jantung bawaan.
Skor Apgar yang diperiksa setelah kelahiran digunakan untuk menilai kondisi umum bayi pada menit-menit awal kehidupan. Penilaian tersebut meliputi beberapa aspek kondisi bayi, tetapi bukan pemeriksaan khusus untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan struktur jantung.
Karena itu, orangtua tetap perlu memperhatikan pertumbuhan dan kondisi anak setelah pulang dari rumah sakit.
Jika bayi menunjukkan keluhan seperti sulit menyusu, mudah lelah, napas cepat, berat badan sulit bertambah, atau muncul warna kebiruan pada bibir maupun lidah, orangtua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Deteksi lebih awal dapat membantu tenaga medis mengetahui kondisi jantung anak dan menentukan pemeriksaan maupun penanganan yang sesuai.(arfi)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar