Jakarta(17/9/26)-Bulan Agustus 2026 menjadi bulan penuh momentum bagi Dinda Ghania.Tak hanya merilis karya baru, Dinda semakin menunjukkan keterlibatannya dalam membangun cerita, visual, dan identitas artistiknya sendiri.”Half of Me" – Kisah Cinta ke Luar Angkasa
Perjalanan dimulai pada 15 Agustus 2026,lewat perilisan video musik “Half of Me".Lagu ini membawa kisah emosional ke dunia luar angkasa. Dibintangi bersama Jeremie Moeramans,video ini memadukan practical set, XR, CGI, dan VFX dengan eksekusi sinematik.
Di karya ini, Dinda tidak hanya tampil sebagai penyanyi, tapi terlibat lebih jauh sebagai co-director setelah aktif dalam pengembangan cerita dan visual.”What If I'm Never Enough" – Jujur Tentang Insecure & Self-Worth.
Sepekan kemudian, tepatnya 22 Agustus 2026,Dinda merilis single terbaru “What If I'm Never Enough"yang diproduseri Josh Cumbee dan ditulis bersama Molly Ann.
Lagu ini mengeksplorasi tema yang sangat personal yaitu insecurity, self-worth, dan tekanan untuk memenuhi ekspektasi.
Secara musikal, lagu ini berkembang dari piano ballad yang intim menuju aransemen yang semakin sinematik, menggambarkan perjalanan dari internal monolog hingga pergulatan emosional yang lebih besar.
Debut di LaLaLa Festival 2026,pada hari yang sama dengan perilisan single, Dinda tampil di Bloom Stage LaLaLa Festival 2026 bersama format full band dan Music Director Haris Pranowo.Lagu "What If I'm Never Enough" turut dibawakan secara live untuk pertama kalinya di set tersebut.
Trilogi Emosional Dinda
3 karya “Bad Connection", "Half of Me", dan "What If I'm Never Enough"membentuk rangkaian cerita emosional yang membawa pendengar dari kisah tentang koneksi dan kehilangan, menuju pertanyaan yang lebih personal tentang nilai diri.
Fase baru Dinda Ghania bukan hanya tentang musik, tetapi tentang bagaimana ia semakin aktif membangun cerita, visual, dan dunia artistiknya sendiri.
(Veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar