BATAM (9/10) - Kasus kekerasan terhadap pekerja kembali terjadi di Batam, Kepulauan Riau. Video penyiksaan seorang buruh proyek asal Jawa Barat viral di media sosial, memicu kemarahan warganet.Korban berinisial Carlim (52), buruh proyek di kawasan Kavling Flamboyan, Sungai Pelenggut, Sagulung, Batam. Ia diduga dianiaya brutal oleh bos proyeknya sendiri hanya karena masalah gaji.Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Ipda Riyanto, membenarkan kejadian tersebut terjadi pada 31 Juli 2026, namun baru dilaporkan resmi pada 5 Oktober 2026 dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/223/X/2026.
"Baru melapor kemarin karena dia nggak tahu cara melapornya," kata Riyanto, Selasa (6/10/2026).
KRONOLOGI SADIS:
Korban bersama 9 rekannya berniat mundur dari proyek di Sekupang karena gaji tak kunjung dibayar. Korban keluar dari grup WhatsApp proyek dan memesan tiket pesawat untuk pulang ke kampung.Mengetahui hal itu, pemilik proyek berinisial KL (45) naik pitam. Korban dijemput paksa dan dibawa ke kantor milik KL.Di sana, korban dipaksa buka HP, lalu dipukuli wajahnya, ditendang pahanya, dan punggungnya disabet selang berulang kali. Korban bahkan dipaksa menanggalkan pakaian.
Tak hanya KL, anak buahnya AS alias Tulang (54) ikut memukuli korban dan merampas uang kasbon korban sebesar Rp 4,5 juta.
"Korban dipekerjakan seperti rodi, disiksa dan tak digaji," ungkap warga yang membantu korban melapor.Berkat bantuan warga, korban akhirnya berhasil kabur dan melapor. Isak tangis pecah di kantor polisi, korban hanya ingin pulang.
"Pengen pulang pak, Pak," ujarnya.
2 PELAKU DITANGKAP:
Unit Reskrim Polsek Sagulung bergerak cepat. Pada Selasa (6/10/2026), dua pelaku utama KL dan AS alias Tulang berhasil diringkus.Sementara 2 pelaku lain masih buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) - berinisial S yang kabur ke kampung halamannya, dan Y yang masih dalam penyelidikan."6 sampai 7 saksi sudah kami periksa. Kasus sudah naik ke tahap penyidikan," tegas Ipda Riyanto.Polisi menjerat pelaku dengan pasal penganiayaan dan pemerasan. Kasus ini kembali menjadi sorotan, setelah sebelumnya kasus PRT asal Sumba yang dipaksa makan kotoran hewan oleh majikan di Batam juga menghebohkan publik. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar