Hukum & Kriminal

EMPAT PELAUT INDONESIA DISANDERA PEROMPAK SOMALIA LEBIH DARI 5 BULAN, AKHIRNYA PULANG SELAMAT

  • Bella
  • Kamis, 08 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 15x baca
EMPAT PELAUT INDONESIA DISANDERA PEROMPAK SOMALIA LEBIH DARI 5 BULAN, AKHIRNYA PULANG SELAMAT

JAKARTA (8/10) - Tangis haru pecah di Terminal VIP Bandara Soekarno-Hatta, Selasa malam (6/10/2026). Empat Anak Buah Kapal (ABK) WNI yang disandera perompak Somalia selama 5 bulan 10 hari akhirnya pulang selamat ke tanah air.Keempat ABK korban pembajakan kapal tanker MT Honour 25 itu adalah:

1. Kapten Ashari Samadikun (34) - asal Gowa, Sulsel

2. Wahudinanto (48) - Chief Officer asal Pemalang, Jateng

3.  Adi Faizal (27) - Second Officer asal Bulukumba, Sulsel

4. Fiki Mutakin (25) - asal Bogor, Jabar

Mereka disambut Menlu Arrmanatha C. Nasir, Menko PMK Sugiono, dan Dubes RI Nairobi Tyas Witjaksono.

KRONOLOGI 5 BULAN NERAKA:

Kapal MT Honour 25 berbendera Palau yang membawa 18.500 barel minyak menuju Mogadishu dibajak di perairan Hafun, Somalia pada 21-22 April 2026. Total 17 ABK dari berbagai negara disandera.Selama penyanderaan, lima ABK asing tewas ditembak perompak: 3 warga Pakistan, 1 India, 1 Myanmar.Fiki Mutakin menjadi salah satu korban luka. Ia ditembak di kaki dan sempat pura-pura mati agar tidak dieksekusi. Saat tiba di Jakarta, Fiki harus menggunakan kursi roda dengan perban tebal.Kapten Ashari tak kuasa menahan tangis saat memberikan keterangan:"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru saya dengan selamat," ujarnya terisak.

OPERASI SENYAP 29 SEPTEMBER:

Pembebasan dilakukan lewat operasi khusus Puntland Maritime Police Force pada 29 September 2026. Dalam operasi itu, 16 perompak ditangkap.Menlu Arrmanatha mengungkapkan pemerintah sengaja menutup rapat proses negosiasi agar tidak dimanfaatkan perompak untuk menekan. Indonesia juga tidak membayar uang tebusan karena dinilai akan memicu pembajakan baru.Pemerintah menggunakan pendekatan diplomasi maritim / ekonomi biru dengan menawarkan kerja sama pengelolaan perikanan dan penegakan hukum laut kepada otoritas Puntland yang punya garis pantai panjang mirip Indonesia.Setelah operasi, pemerintah akan memberikan perawatan medis dan memulangkan keempat pelaut ke kampung halaman masing-masing. (Bll)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar