JAKARTA RADAR GARUDA, (6/10). Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan uji coba skema baru dalam pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan . Langkah inovatif ini diterapkan guna meningkatkan kualitas penyajian sekaligus menekan volume sampah sisa makanan (food waste) di lingkungan sekolah.
Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa uji coba ini dilakukan secara serentak di 60 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur terpusat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia .
Berbeda dengan metode paket kotak perorangan, sistem prasmanan memberikan kebebasan bagi para siswa untuk menentukan porsi makannya sendiri secara mandiri di dalam kelas.
"Hasil evaluasi menunjukkan tingkat konsumsi siswa sangat baik.
Melalui sistem prasmanan, makanan yang disajikan jauh lebih segar. Siswa juga diperbolehkan untuk menambah porsi jika makanan di wadah utama kelas masih tersedia, sehingga sisa makanan yang terbuang tercatat jauh lebih sedikit," ujar Sudaryono di Jakarta, Selasa (6/10) .
BGN mengidentifikasi tiga keunggulan utama dari penerapan sistem prasmanan kelas ini:
* Efisiensi Anggaran & Logistik: Menekan biaya penggunaan kemasan sekali pakai serta meminimalkan makanan terbuang akibat porsi yang tidak sesuai selera anak.
* Keamanan Gizi Terjaga: Hidangan dikirim dari dapur pusat dalam wadah khusus yang menjaga suhu tetap hangat, sehingga memperkecil risiko kontaminasi bakteri.
* Edukasi Karakter Anak: Melatih kedisiplinan, budaya antre, adab makan, serta rasa tanggung jawab kebersihan bagi para siswa sejak dini.
Meskipun mencatatkan hasil uji coba yang memuaskan, menegaskan bahwa penerapan skema prasmanan ini memerlukan kesiapan infrastruktur dan pelatihan (training) sanitasi yang matang bagi pihak sekolah sebelum nantinya direplikasi secara permanen dalam skala nasional.(arfi)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar