Teknologi

Tokyo Siapkan Robotaxi Waymo, Wisatawan Bisa Naik Taksi Tanpa Sopir pada 2027

  • Arfi
  • Minggu, 04 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 15x baca
Tokyo Siapkan Robotaxi Waymo, Wisatawan Bisa Naik Taksi Tanpa Sopir pada 2027

 

JAKARTA RADAR GARUDA, (4/10).  Pengalaman berkeliling Tokyo, Jepang, diperkirakan akan semakin berbeda mulai 2027. Wisatawan nantinya berpeluang menggunakan taksi yang dapat melaju tanpa pengemudi manusia sebagai bagian dari pengembangan transportasi berbasis teknologi otonom.

Layanan tersebut disiapkan oleh Waymo, perusahaan teknologi kendaraan swakemudi asal Amerika Serikat, melalui kerja sama dengan GO, platform pemesanan taksi di Jepang, serta Nihon Kotsu sebagai salah satu operator taksi terbesar di negara tersebut.

Rencana pengoperasian robotaxi ini menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan kendaraan otonom di Tokyo. Namun, layanan komersial tersebut masih menunggu persetujuan dan izin dari otoritas Jepang sebelum dapat digunakan masyarakat secara luas.

Jika seluruh proses regulasi terpenuhi, kendaraan Waymo akan melayani penumpang tanpa pengemudi manusia di kursi depan. Pengguna cukup melakukan pemesanan melalui platform yang tersedia, menentukan titik penjemputan dan tujuan, kemudian kendaraan akan menjalankan perjalanan secara otomatis.

Sudah Uji Jalan di Tokyo

Pengembangan robotaxi di Tokyo bukanlah proyek yang baru dimulai. Waymo sebelumnya telah melakukan pengujian kendaraan otonom di sejumlah kawasan ibu kota Jepang.

Sejak 2025, kendaraan Waymo telah digunakan untuk mempelajari karakteristik lalu lintas Tokyo dengan melibatkan pengemudi dari Nihon Kotsu selama tahap pengujian.

Data yang dikumpulkan digunakan untuk membantu sistem kendaraan memahami kondisi jalan di Tokyo. Tantangannya cukup kompleks karena kendaraan harus beradaptasi dengan jalan yang sempit, persimpangan padat, lalu lintas yang dinamis, serta aktivitas pejalan kaki dan pesepeda.

Selain itu, sistem swakemudi Waymo juga harus disesuaikan dengan kondisi Jepang yang menerapkan lalu lintas di sisi kiri jalan.

Tiga Perusahaan Berbagi Peran

Dalam proyek tersebut, masing-masing perusahaan memiliki tanggung jawab berbeda.

Waymo akan menyediakan teknologi pengemudian otonom sekaligus sistem pengelolaan kendaraan. Sementara itu, GO berperan melalui platform pemesanan yang memungkinkan calon penumpang mengakses layanan robotaxi.

Nihon Kotsu akan menangani kebutuhan operasional di lapangan, termasuk pengelolaan dan pemeliharaan kendaraan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menggabungkan teknologi kendaraan otonom dengan pengalaman operator transportasi lokal sehingga layanan dapat berjalan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat Tokyo.

Ditargetkan Berkembang hingga 100 Kendaraan

Peluncuran robotaxi direncanakan dilakukan secara bertahap. Armada awal akan berjumlah terbatas untuk menguji kesiapan layanan sebelum diperluas ke lebih banyak wilayah.

Dalam tahap pengembangan berikutnya, jumlah kendaraan otonom tersebut ditargetkan mencapai sekitar 100 unit yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis di Tokyo.

Bagi pengguna, layanan tersebut nantinya dapat diakses melalui aplikasi Waymo maupun GO. Kehadiran pilihan transportasi baru ini berpotensi memberikan alternatif bagi masyarakat maupun wisatawan yang membutuhkan layanan perjalanan di dalam kota.

Jawaban atas Kekurangan Pengemudi

Selain menghadirkan inovasi teknologi, pengembangan robotaxi juga berkaitan dengan persoalan tenaga kerja di Jepang.

Negara tersebut menghadapi perubahan demografi dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia dan berkurangnya populasi usia produktif. Kondisi tersebut turut berdampak pada ketersediaan tenaga kerja, termasuk pengemudi kendaraan umum dan taksi.

Kehadiran kendaraan otonom diharapkan dapat membantu mengisi sebagian kebutuhan mobilitas ketika jumlah tenaga kerja pengemudi semakin terbatas.

Meski demikian, robotaxi tidak serta-merta menggantikan seluruh sistem transportasi konvensional Tokyo. Layanan tersebut diproyeksikan menjadi pelengkap jaringan transportasi yang sudah tersedia, termasuk kereta api, bus, dan taksi konvensional.

Dengan sistem transportasi Tokyo yang dikenal luas karena ketepatan dan cakupannya, kehadiran robotaxi akan menjadi babak baru dalam perjalanan kota tersebut menuju transportasi yang semakin mengandalkan teknologi otomatis.

Jika izin operasional berhasil diperoleh sesuai rencana, wisatawan yang berkunjung ke Tokyo pada 2027 bukan hanya dapat menikmati kereta cepat dan jaringan kereta perkotaan, tetapi juga berkesempatan merasakan perjalanan dengan taksi yang berjalan tanpa pengemudi.(arfi)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar