PALEMBANG (3/10) - Kota Palembang, Sumatera Selatan, sejak Jumat pagi (3/10/2026) diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).Jarak pandang di sejumlah ruas jalan hanya tersisa 50-100 meter, aktivitas warga terganggu.Berdasarkan data indeks ISPU dari KLHK dan BMKG, kualitas udara di Palembang pagi ini tembus di angka 320-350 atau kategori BERBAHAYA. Warga diimbau tidak beraktivitas di luar ruangan tanpa masker N95."Matanya perih, napas sesak. Anak-anak sudah kami liburkan dari sekolah," ujar Yanti (34), warga Kecamatan Ilir Barat I.Pemicu Kabut Asap:
BPBD Sumsel menyebut, titik panas (hotspot) terbanyak berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin yang terbawa angin ke pusat kota Palembang.Pj Gubernur Sumsel telah menetapkan status siaga darurat karhutla dan mengerahkan tim gabungan TNI-Polri, Manggala Agni, dan BPBD untuk melakukan water bombing.BMKG Juanda Palembang memprediksi kabut asap akan bertahan hingga 3 hari ke depan jika tidak turun hujan.Imbauan:Kurangi aktivitas luar ruanganWajib masker N95, bukan masker kainTutup pintu/jendela dan perbanyak minum air putihJika sesak napas, segera ke Puskesmas terdekat. (Bll)
Kesehatan
PALEMBANG DISELIMUTI KABUT ASAP PEKAT, KUALITAS UDARA MASUK LEVEL BAHAYA
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar