JAKARTA (3/10) - Istilah "Super Flu" ramai dibicarakan di media sosial dalam sepekan terakhir. Banyak warga mengeluhkan gejala flu yang lebih berat dan lama sembuh.Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akhirnya buka suara dan menjelaskan varian virus flu yang sedang merebak, Jumat (3/10/2026).Juru Bicara Kemenkes, dr. Muhammad Syahril mengatakan, yang disebut Super Flu bukanlah virus baru, melainkan varian Influenza A H3N2 subclade K yang mengalami mutasi."Gejalanya memang lebih berat dari flu biasa. Demam tinggi bisa 3-5 hari, batuk kering berkepanjangan, nyeri otot hebat, dan lemas luar biasa. Tapi ini masih golongan Influenza, bukan virus baru seperti Covid," jelas Syahril.Kemenkes mencatat ada lonjakan kasus Influenza di 12 provinsi, terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur sejak September.Kemenkes meminta masyarakat tidak panik namun tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan:
1. Gunakan masker jika sedang sakit flu
2. Rajin cuci tangan dan jaga etika batuk
3. Segera ke puskesmas jika demam
di atas 3 hariVaksinasi flu terutama untuk lansia dan anak-anak"Super flu ini bisa dicegah. Kuncinya istirahat cukup, gizi seimbang, dan jangan memaksa beraktivitas saat sakit," (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar