LAMPUNG SELATAN (2/10) - Peralatan vital pemantau Gunung Anak Krakatau (GAK) raib digondol maling! Sebanyak 8 unit baterai (aki) penyuplai daya stasiun pemantau LV93 hilang dicuri.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Suwarno membenarkan hal itu setelah tim turun langsung ke pulau.
"Kemarin setelah tim mendatangi GAK, ada 8 Unit Accu yang hilang dicuri," ungkapnya, Senin (29/9/2026).
Kejadian ini baru ketahuan pada 27 September 2026, saat tim teknis PVMBG Badan Geologi naik untuk memperbaiki transmisi data yang mati sejak 16 September 2026 pukul 19.36 WIB akibat erupsi.
Begitu dibuka, boks baterai sudah kosong! 8 aki merek Panasonic 75 Ampere senilai Rp 24 Juta lenyap.
Dampaknya Fatal:
Aki tersebut adalah nyawa bagi alat pemantau. Tanpa daya, sensor Seismik dan CCTV tidak bisa mengirim data aktivitas gunung ke Pos Pantau di Kalianda. Padahal, GAK masih aktif erupsi.
Tak hanya aki, tim juga menemukan 11 panel surya rusak diduga terkena lontaran material vulkanik, hanya 3 yang masih hidup.
Kepala PVMBG, Rita Susilawati mengatakan tim sudah memasang aki cadangan dan menghidupkan kembali seismometer dan CCTV agar kembali normal.
"Untuk sementara hanya seismik dan CCTV yang kita hidupkan karena sangat urgen," kata juru bicara PVMBG, Deny.
PVMBG menegaskan pemantauan masih berjalan karena ada stasiun cadangan di Tanjung yang masih merekam. Gunung Anak Krakatau sendiri masih berstatus LEVEL II WASPADA, warga dilarang mendekat radius 2 kilometer dari kawah.
Pencurian alat mitigasi bencana ini bukan pertama kali, sebelumnya terjadi di Gunung Semeru, Gamalama, dan Kelud.
Polisi kini diburu untuk mengusut tuntas pencurian yang membahayakan jutaan warga pesisir Selat Sunda ini. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar