JAKARTA (2/10) - Kasus penyakit influenza dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) di wilayah DKI Jakarta mengalami kenaikan.
Dinas Kesehatan DKI mencatat dalam sepekan terakhir, kasus influenza naik 15% dibandingkan minggu sebelumnya, didominasi varian Influenza A dan musim pancaroba.
Menanggapi hal itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.
Juru Bicara Kemenkes, dr. Moh. Syahril, menegaskan kenaikan ini masih dalam batas wajar musiman dan bukan merupakan kondisi darurat atau Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Kenaikan 15% ini adalah tren musiman setiap peralihan musim kemarau ke hujan. Masyarakat tetap tenang, situasi masih terkendali. Fasilitas kesehatan siaga," ujar Syahril di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Penyebab Kenaikan:
Menurut Kemenkes, kenaikan dipicu oleh 3 faktor:
1. Perubahan cuaca ekstrem dan polusi udara di Jabodetabek.
2. Mobilitas masyarakat tinggi.
3. Penurunan daya tahan tubuh.
Imbauan Kemenkes:
Kemenkes mengimbau warga Jakarta kembali disiplin protokol kesehatan ringan:
- Pakai masker jika flu, batuk, atau berada di kerumunan
- Cuci tangan dan istirahat cukup
- Segera ke Puskesmas/RS jika demam di atas 38,5°C lebih dari 3 hari
- Lengkapi vaksinasi influenza, terutama untuk anak, lansia, dan kelompok rentan.
Hingga saat ini, stok obat Tamiflu dan logistik kesehatan di Jakarta dinyatakan aman dan mencukupi. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar