TEL AVIV (1/10) - Dunia penerbangan digemparkan insiden teror di udara. Pesawat Flydubai penerbangan FZ1073 rute Dubai - Tel Aviv yang membawa lebih dari 170 warga Israel nyaris jatuh setelah kopilot menikam pilot di kokpit dan mencoba menjatuhkan pesawat, Rabu (30/9).Menurut pejabat Israel, pesawat Boeing 737 Max yang terbang di ketinggian 33.000 kaki tiba-tiba anjlok lebih dari 17.000 kaki dalam waktu kurang dari 2 menit setelah perkelahian berdarah di kokpit terjadi.
Penumpang Almog Italie menceritakan kepanikan itu: "Rasanya seperti turbulensi besar, pesawat turun 20-30 detik, stabil, lalu turun lagi," katanya kepada Reuters.
Pilot India Jadi Pahlawan
Korban penikaman adalah Kapten Smit Machchhar, pilot asal India. Dalam kondisi berlumuran darah dan terluka parah, ia menggunakan sisa tenaganya untuk membuka kunci pintu kokpit agar penumpang bisa masuk.
Video viral yang diverifikasi Reuters menunjukkan dua pria berdarah tergeletak di lantai. Salah satunya adalah sang kapten yang coba dibunuh, satunya lagi kopilot pelaku dengan 3 strip di pundaknya.
"Kami diserang, mereka coba membunuh pilot, dan kami ambil alih pesawat," teriak seorang penumpang berbaju hitam dalam video itu.
Penumpang dan kru kemudian berhasil melumpuhkan kopilot. Pesawat akhirnya berhasil dikendalikan oleh dua pilot Flydubai lain yang kebetulan ikut dalam penerbangan itu sebagai penumpang tugas, dan melakukan pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi.Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Kapten Machchhar sebagai pahlawan sejati."Salut saya untuk pilot India Kapten Smit Machchhar atas keberanian luar biasa. Meski ditikam dan terluka serius, dia melawan, membuka pintu kokpit, dan memungkinkan penumpang melumpuhkan penyerang - mencegah bencana besar di udara. Dia menyelamatkan 174 nyawa," kata Netanyahu.
Motif Masih Misteri
Kopilot pelaku yang disebut-sebut warga negara Oman kini sudah ditangkap dan diinterogasi otoritas Saudi. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut ini sebagai upaya serangan teroris jihad.
Sementara pihak Flydubai sendiri masih menyatakan motifnya belum diketahui dan meminta semua pihak tidak berspekulasi dini, serta menghentikan sementara penerbangan ke Israel selama investigasi.
Semua 170 penumpang dilaporkan selamat dan sudah melanjutkan perjalanan ke Tel Aviv dengan pesawat pengganti. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar