Pendidikan

Prestasi Dunia: Delegasi Vokasi Indonesia Tembus Peringkat 19 Besar di WorldSkills Shanghai 2026

  • Arfi
  • Kamis, 01 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 18x baca
Prestasi Dunia: Delegasi Vokasi Indonesia Tembus Peringkat 19 Besar di WorldSkills Shanghai 2026

SHANGHAI RADAR GARUDA, (01/10).  Delegasi talenta muda Indonesia sukses mengukuhkan posisi di kancah internasional dengan menembus peringkat 19 dari 49 negara peserta pada ajang bergengsi WorldSkills Competition (WSC) 2026 di Shanghai, China. Dalam kompetisi keahlian tingkat dunia yang berlangsung pada 22–27 September 2026 tersebut, tim Indonesia berhasil membawa pulang total sembilan medali.

Menteri Ketenagakerjaan melalui Staf Khusus Menaker, Sukro Muhab, menyatakan bahwa pencapaian di kompetisi ke-48 yang diikuti lebih dari 1.400 peserta global ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi nasional. "Talenta vokasi kita mampu berkompetisi langsung dan menjawab standar penilaian serta kualitas kerja yang berlaku di tingkat dunia," ujar Sukro dalam keterangan resminya pada Selasa (29/9/2026).

Pada kompetisi tahun ini, Indonesia mengirimkan 20 peserta yang berlaga di 17 bidang keahlian. Hasilnya, kontingen Merah Putih mengamankan satu medali perak, dua medali perunggu, dan enam Medal for Excellence (penghargaan standar kompetensi tinggi dunia).

Berikut adalah rincian lengkap para peraih medali dari delegasi Indonesia:

  • Medali Perak:
    • Edsel Parama Mustapa – Bidang Software Applications Development
  • Medali Perunggu:
    • Fatima Rani Al Husna Prameswara – Bidang Restaurant Service
    • Rash Asyari Amyris Thalib – Bidang IT Network Systems Administration
  • Medal for Excellence:
    • Novanda Putra Widya Ardhi (Electronics)
    • Andi Ahmad Yusup (Web Technologies)
    • Galang Zaki Arkana (Industrial Control)
    • Reno Surya Permana & Rouf Aufa Rifqi (Mechatronics)
    • Togar Andreas Silaban (Refrigeration and Air Conditioning)
    • Eka Anwar Fauzi (Automobile Technology)

Keberhasilan luar biasa ini merupakan buah dari kolaborasi lintas instansi. Sebelum bertolak ke China, para peserta telah melewati seleksi ketat dan program karantina matang di berbagai Training Center.

Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, institusi pendidikan, serta mitra industri untuk menyusun kurikulum pelatihan intensif—salah satunya berpusat di BBPVP Bekasi untuk sektor elektronika dan pendingin.

Adopsi Standar Global ke Sistem Nasional

Pemerintah bergerak cepat memanfaatkan momentum ini untuk melakukan reformasi struktural pada sistem pendidikan vokasi dalam negeri. Pengalaman, pengujian teknologi, aspek presisi, serta test project yang dihadapi selama di Shanghai akan langsung diadopsi.(arfi)

Langkah konkret yang diambil pemerintah adalah mengintegrasikan kriteria penilaian global WSC 2026 tersebut ke dalam pembaruan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Langkah ini diharapkan mampu memperkecil celah (gap) antara keahlian tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri modern di tingkat global.


Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar