Religi

Ekoteologi dan Anti-Kekerasan: Misi Baru Ribuan Pramuka Santri Nasional di Malang

  • Arfi
  • Kamis, 01 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 12x baca
Ekoteologi dan Anti-Kekerasan: Misi Baru Ribuan Pramuka Santri Nasional di Malang

MALANG RADAR GARUDA, (01/10).  Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, resmi menjadi pusat penggodokan karakter generasi muda berbasis agama dan lingkungan. Sebanyak 4.524 pramuka santri dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul untuk mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 yang berlangsung mulai 30 September hingga 6 Oktober 2026.

Gelaran nasional ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, melalui Upacara Bhinneka pada Kamis (1/10/2026). Dalam upacara tersebut, Kementerian Agama secara khusus mendaulat para pramuka santri sebagai garda terdepan dalam memutus rantai kekerasan seksual, perundungan (bullying), sekaligus menjadi motor penggerak kelestarian alam di lingkungan pendidikan Islam.

"Anak-anak pramuka santri adalah duta-duta antikekerasan dan antiperundungan, sekaligus duta-duta generasi santri peduli lingkungan hidup," tegas Basnang Said dalam pidato pembukaannya.

Konvergensi Dasadarma dan Nilai Pesantren

Pemerintah menilai gerakan kepramukaan memiliki ketertarikan ideologis yang kuat dengan sistem pendidikan pesantren. Basnang menyebutkan bahwa sepuluh pilar dalam Dasadarma Pramuka berada dalam satu napas yang sama dengan doktrin kepesantrenan, khususnya dalam hal ketakwaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta alam. Karakter survive (bertahan hidup) yang diajarkan dalam pramuka dinilai menjadi modal krusial bagi santri untuk menghadapi dinamika zaman yang kian kompleks.

Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang dipilih sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Pesantren ini dinilai sukses mengimplementasikan konsep "Indonesia Asri" melalui pengelolaan lingkungan yang hijau dan lestari, sehingga layak menjadi laboratorium percontohan bagi pesantren lain di Indonesia.

Mengusung Misi Ekoteologi

Di sisi lain, Ketua Panitia PPSN VI 2026, Endi Suhendi, menjelaskan bahwa struktur kegiatan dalam perkemahan tahun ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran ekologis yang berbasis pada nilai-nilai keagamaan, atau yang dikenal dengan istilah ekoteologi.

Melalui konsep ini, menjaga alam dan lingkungan tidak lagi sekadar aktivitas sosial, melainkan bagian dari bentuk pengamalan dan manifestasi keimanan seorang santri terhadap agama serta kecintaan pada negara.

Acara pembukaan berlangsung dinamis saat ribuan peserta secara serentak menggemakan yel-yel komitmen mereka: "Santri Indonesia! Unggul, Mandiri, Mendunia!". Melalui PPSN VI ini, para santri diharapkan membawa pulang paradigma baru mengenai akhlakul karimah yang diterapkan secara nyata untuk melindungi sesama manusia dan menjaga ekosistem bumi.(arfi)


Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar